Jumat, 17 Mei 2019

Pantaskah Kita Cemberut

Pantaskah Kita Cemberut 


Dialah..

Allah yang menurunkan air dari langit yang penuh rahmat dan berkah.. 

yaitu HUJAN.



Saat kita dikasih hujan yang penuh rahmat dan berkah, namun wajah kita cemberut..

Itulah manusia selalu egois..



Apakah karena mobilnya baru dicuci lalu kita cemberut..

Apakah karena kita mau ke Mall lalu kita cemberut..

Apakah karena kita ada janji sama Bos lalu kita cemberut.. atau

Apakah karena kita mau ke Majelis Ta'lim lalu kita cemberut..

Itulah manusia selalu tidak adil hanya karena urusan yang seperti itu..



Coba kita lihat di sana yang sedang membutuhkan air karena kekeringan, gundulnya hutan, apakah kita masih cemberut bila melihat ke sana.. 

bersyukurlah saudaraku.



Karena apabila yang kita jadikan rujukan ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbicara tentang hujan, maka kita sedang berbicara tentang rahmat. Allah Ta'ala berfirman:



وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْراً بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ … (الفرقان: ٤٨)



“Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan);..” 

(QS. Al-Furqan [25]: 48)



Sungguh hujan sebagai kebesaran Allah, jatuh dengan butiran" air yang bening dan halus. Coba apakah anda masih cemberut bila hujan itu jatuh seperti air bah, ukurannya sebesar batu gunung..



PASTI KITA TIDAK AKAN CEMBERUT LAGI, MELAINKAN KETAKUTAN DAN BERLINDUNG DI TEMPAT AMAN.



MASIH PANTASKAH CEMBERUT?



Jazakumullahu khairan

- Via, Ummu Nabila




🌐 Sumber : salamdakwah.com


☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Barakallah fikum.

                                                                                                                                                                                                         
✒ Dikutip dari kajian ilmiah bersama : 

Ustadz  Maududi Abdullah, Lc, hafizhahullah

Acara di gambar diambil pada saat hari H sehari sebelumnya hujan super deras mengguyur Stadion Kanjuruhan Kepanjen, sampe sore dan alhamdulillah malam hari nya terang, kalau diingat ingat ni baru masang jam 1 malam karena barang nya baru datang dari Bandung juga malam, yang seharusnya barang datang pagi hari, tetapi semuanya sudah qodarulloh nya Allah, kereta yang membawa barang tersebut harus putar arah karena ada yang anjlok di daerah Jawa Barat, sehingga malam baru bisa nyampe nya. Dari semua kejadian Allah sudah mengatur semuanya dan ada hikmah dibalik semuanya yang manusia tidak pernah mengetahuinya. MasyaAllah



Kamis, 10 Januari 2019

REZEKI ITU PUNYA ALAMAT

REZEKI ITU PUNYA ALAMAT

Kalau rezeki itu diukur dari kerja keras, maka kuli bang
unan lah yang akan cepat kaya.

Jika rezeki itu ditentukan dari waktu kerja, maka warung kopi 24 jam lah yang akan lebih mendapatkanya, bahkan mungkin mampu mengalahkah KFC dan Mc. DONALD.

Jika rezeki itu milik orang pintar, maka dosen yang bergelar panjang yang akan lebih kaya.

Jika rezeki itu karena jabatan, maka presiden dan rajalah orang yang akan menduduki 100 orang terkaya di dunia.

Rezeki itu karena kasih sayang Allah Ta'ala.

"Mengejar rezeki, jangan mengejar jumlahnya, tetapi berkahnya."
( Ali bin Abi Thalib )

MESKIPUN LARI, REZEKIMU AKAN TETAP MENGEJARMU

“Kalaulah anak Adam lari dari rezeki nya (untuk menjalankan perintah Allah Ta'ala) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezeki nya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR. Ibnu Hibban, no.1084)

Miskin kaya sudah ada yang mengaturnya.

ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", maka kita akan terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, " Abdurrahman bin Auf  akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama."

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf radhiyallahu 'anhu pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan shahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.

Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur, Alhamdulillah..., kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu pun juga gembira.

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.
Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu gembira juga, sebab berharap
jatuh miskin!

Masya Allah, hebat.

Coba kalau kita? Usaha diuji dikit, udah teriak tak tentu arah.

Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun, Masya Allah
Rencana Allah Subhanahu wa Ta'ala itu memang terbaik.

Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Subhanallah...
Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhu berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah Ta'ala : "Wahai manusia, di langit ada rezeki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian." (QS. Adz-Dzariyat : 22)

Jadi, yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

Allah Subhanahu wa Ta'ala lah yang Memberi rezeki.

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua, yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita, UNTUK LEBIH MENGUTAMAKAN URUSAN KEPADA ALLAH dibanding urusan dunia yang sementara ini.

آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ

Pantaskah Kita Cemberut

Pantaskah Kita Cemberut   Dialah.. Allah yang menurunkan air dari langit yang penuh rahmat dan berkah..  yaitu HUJAN. Saat kita d...